Provided by | wangontinoe: Kisah Teh Botol Sosro wangontinoe: Kisah Teh Botol Sosro | Gratis software Yamaha Keyboard Midi Dangdut koplo campursari style yamaha omb player streaming audio cctv live tv radio Facebook wangontinoe antivirus |

Kisah Teh Botol Sosro

                                Kisah Teh Botol Sosro
Teh Botol Sosro sempat mengalami perubahan kemasan sebanyak tiga kali

Teh Botol Sosro (Sosro.com)
Berjibun komentar bela sungkawa datang. Tak hanya dari pengusaha, tapi juga dari Tweeps, Facebooker, hingga Blogger. Mereka kehilangan orang yang mereka kagumi, bos Teh Botol Sosro, Soetjipto Sosrodjojo. Generasi kedua ini meninggal dunia Rabu lalu, pukul 01.15, pada usianya yang ke 77.


Soetjipto SosrodjojoDalam Twitter, akun Mrbambang menulis, "Apapun makannya, minumnya teh botol sosro. Pendiri Sosro, Sutjipto Sosrodjojo wafat. Semoga tenang di alam sana. Kami akan tetap minum teh sosro." Demikian juga dengan akun Fabeilo, "Terima kasih buat pak Sutjipto Sosrodjojo buat Teh Botol Sosro-nya..."

Itu merupakan sebagian komentar untuk sang inovator yang berhasil membawa Teh Botol Sosro menjadi merek terkenal. Pewaris kerajaan bisnis Sosrodjojo ini, mengoperasikan usahaanya sekitar tahun 1965-1990 dengan tiga saudara yang lain, yaitu Soemarsono Sosrodjojo, Soegiharto Sosrodjojo, dan Surjanto Sosrodjojo. Namun, Soemarsono telah meninggal dulu.

***

Seperti dikutip website perusahaan, usaha ini bermula pada 1940. Saat itu,  Sosrodjojo, ayah Soetjipto, memulai usahanya di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Slawi. Pada saat memulai bisnisnya, produk yang dijual adalah teh kering dengan merek Teh Cap Botol. Pemasarannya masih terbatas, hanya seputar Jawa Tengah saja.

Sosrodjojo mulai memperluas bisnisnya. Pada 1953, dia berani merambah ke Jakarta. Saat itu, di Jawa Tengah, Teh Cap Botol sudah sangat terkenal.

Sosrodjojo menggunakan strategi 'Cicip Rasa'. Dia membagikan contoh produk di ibukota. Dia datang ke pasar-pasar untuk memperkenalkan Teh Cap Botol dengan cara memasak dan menyeduh langsung di tempat. Setelah seduhan tersebut siap, teh dibagikan kepada orang-orang yang ada di pasar.

Namun, cara ini kurang berhasil karena teh yang telah diseduh terlalu panas dan proses penyajiannya terlalu lama, sehingga pengunjung di pasar yang ingin mencicipinya tidak sabar menunggu.

Sosrodjojo pun memutar otak. Ia tidak lagi menyeduh teh langsung di pasar. Tetapi teh dimasukkan dalam panci-panci besar yang selanjutnya dibawa ke pasar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Lagi-lagi cara ini kurang berhasil karena teh yang dibawa, sebagian besar tumpah dalam perjalanan.

Evolusi Teh Botol SosroAkhirnya muncul ide untuk membawa teh yang telah diseduh itu dikemas ke dalam botol yang sudah dibersihkan. Ternyata cara ini cukup menarik minat pengunjung, karena selain praktis juga bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu menunggu tehnya dimasak.

Pada 1969 muncul gagasan teh siap minum dalam kemasan botol. Pada 1970, teh dalam kemasan botol diproduksi masal. Setelah usaha ini pesat, pada 1974 keluarga Sosro mendirikan PT Sinar Sosro yang mengelola pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia. Bahkan, Sosro mengklaim, teh kemasan botol merupakan yang pertama di dunia.

Model botol untuk kemasan Teh Botol Sosro mengalami tiga kali perubahan, masing-masing pada 1970, pada 1972, dan terakhir pada 1974. Desain terkhir hingga kini masih dipertahankan.

***

Pendiri Teh Botol SosroKini, sejak awal 1990, bisnis ini mulai dikelola oleh Generasi Ketiganya, cucu Sosrodjojo. Inovasi pun terus dilakukan. Mereka tak hanya memasarkan Teh Botol saja. Mereka merambah dengan dengan teh aneka rasa, air minum dalam kemasan, hinga jus dalam kemasan.
Semua usahanya dikelola melalui dua perusahaan.  PT Sinar Sosro, perusahan yang memproduksi Teh Siap Minum Dalam Kemasan. Produk-produknya adalah Tehbotol Sosro, Fruit Tea Sosro, Joy Tea Green Sosro, TEBS, Happy Jus, dan Air Minum Prim-A. Serta PT Gunung Slamat, perusahaan yang memproduksi Teh Kering Siap Saji. Produk-produknya adalah Teh celup Sosro, Teh Cap Botol, Teh Poci, Teh Terompet, Teh Sadel, Teh Sepatu, dan Teh Berko.

0 komentar :


Poskan Komentar