Provided by | wangontinoe: Lezatnya Kue Serabi Khas cilacap wangontinoe: Lezatnya Kue Serabi Khas cilacap | Gratis software Yamaha Keyboard Midi Dangdut koplo campursari style yamaha omb player streaming audio cctv live tv radio Facebook wangontinoe antivirus |

Lezatnya Kue Serabi Khas cilacap

               CILACAP Beberapa orang terlihat menunggu kue serabi itu masak, menikmati kue serabi dalam keadaan masih hangat pasti menjadi sebab mereka rela menunggu kue diangkat dari wajan. Nikmat rasanya, terlebih disantap usai jalan-jalan pagi selepas subuh.

Sarapan pagi dengan kue serabi hangat dengan the manis panas sudah cukup untuk mengganti nasi. Menyantap 2 atau 3 buah serabi hangat terasa kenyang. Paling tidak membantu ibu-ibu rumah tangga yang belum sempat memasak atau sedang malas menjadi hidangan sarapan pagi untuk keluarga.



Ibu Sati (41) warga Tangkuban Perahu penjual kue serabi itu selalu terlihat berjualan di sudut simpang jalan. Ia menjajakan serabi di simpang jalan setiap hari mulai jam 4 subuh hingga jam 8 pagi. Profesi sebagai penjual serabi sudah digeluti Ibu satu anak ini selama 15 tahun. Ibu Sati libur jualan serabi pada saat bulan puasa saja.

Tidak jauh dari persimpangan jalan Tangkuban Perahu dan Gatot Soebroto itu ia menjajarkan lima tungku yang terbuat dari kompor kecilnya. Bara api dari kompor kecil itu menyala membiru, kemudian satu persatu di atas wajan kecil itu dituangkan adonan kue serabi.

Saat  saya menghampiri Ibu Sati, Kamis pagi (22/11) tampak tidak banyak tumpukan kue serabi yang telah masak. Sudah tentu ini membuat Ibu Sati tersenyum, pasalnya kue serabinya laris terjual. Harga serabi Ibu Sati relative murah, Rp 500 per buah.

“Nggih niki keleres kathah sing tumbas kawit wau enjang ( Ya ini kebetulan banyak yang beli sejak pagi ), ujarnya dengan bahasa jawa.

Menurutnya dagangannya setiap hari selalu habis meski tidak tentu jamnya, kadang jam 7 pagi sudah ludes, kalau lagi sepi pembeli jam 9 pagi baru habis. Selain menjual kue serabi, Ibu Sati juga menjual jajanan lain seperti kue nagasari dan awug-awug.

Untuk keperluan membuat kue serabi, dalam sehari Ibu Sati membutuhkan bahan-bahan seperti, tepung beras sebanyak 6 kg, tepung terigu 1 kg, parutan kelapa 8 biji, garam 4 sendok dan gula merah / jawa 1 kg.

Teknik pembuatan kue serabi tergolong mudah. Tepung beras dicampur dengan tepung terigu dan parutan/ampas kelapa, kemudian tambahkan air secukupnya dan diaduk serta masukan 4 sendok garam atau secukupnya. Bila adonan sudah jadi pisahkan kurang lebih seperempat adonan untuk dicampur dengan gula merah. Sehingga tersedia dua warna adonan, warna putih rasanya sedikit tawar, sedang warna coklat kemerahan rasanya manis.

Adonan telah jadi, tuangkan adonan warna putih diatas wajan, disusul tuangkan ¼ adonan tepung yang dicampur gula merah ditengah adonan warna putih. Kemudian tutup wajan dengan penutup dan diamkan beberapa saat. Tidak lebih dari satu menit kue serabi sudah masak dan segera diangkat. Siap untuk disantap dan tercipta kue serabi dengan dua rasa, sedikit tawar dipinggir dan manis ditengah.

Di Cilacap banyak dijumpai penjual serabi seperti Ibu Sati, dan kebanyakan mangkal di pinggir jalan sejak subuh. Atau dibeberapa pasar tradisional yang tersebar di seluruh Cilacap.

Serabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia. Di beberapa daerah di Indonesia memiliki resep kue serabi berbeda-beda. Seperti Serabi Telur, Serabi Solo, Serabi Bandung, dan Serabi Padang.

1 komentar :

ib on Jum Jun 18, 03:02:00 PM WIB mengatakan...

wow mantap, mak nyus.
bisa di coba ne, kebetulan pengen menu yang baru,
thanks for info

salam postingan yang benar-benar membantu saya, kebetulan saya lg ikut lomba blog, jd ijin praktekin ya


salam
ibe


Poskan Komentar