Provided by | wangontinoe: "Ngeseks" dengan Murid Hiperaktif, Guru Divonis Bebas wangontinoe: "Ngeseks" dengan Murid Hiperaktif, Guru Divonis Bebas | Gratis software Yamaha Keyboard Midi Dangdut koplo campursari style yamaha omb player streaming audio cctv live tv radio Facebook wangontinoe antivirus |

"Ngeseks" dengan Murid Hiperaktif, Guru Divonis Bebas

MANCHESTER,  — Wakil kepala sekolah ini menangis setelah dia dinyatakan tidak bersalah karena berhubungan seksual dengan siswa berkebutuhan khusus.
Di perpustakaan British inilah, Teresa McKenzie
melakukan hubungan seksual dengan muridnya yang berkebutuhan khusus

Pengadilan juga mendengar pengakuan dari korban tentang jalinan asmara terlarang yang dilakukan oleh Teresa terhadap pria berkebutuhan khusus ini.

Teresa McKenzie (39) dituduh berhubungan seksual selama 14 bulan dengan remaja berkebutuhan khusus saat dia berusia 16 tahun.



Namun, akhirnya anggota dewan juri dengan keputusan bulat menyatakan tidak bersalah dan membebaskan Teresa dari semua tuduhan yang didakwakan kepada guru ini.

Air mata bergulir di pipinya ketika Teresa mendengar vonis hakim. Hakim Thomas Teague QC mengatakan, ia divonis bebas.

Selama dua minggu persidangan, pihak pengadilan mendengarkan latar belakang pengakuan Nyonya Teresa mengapa melakukan hubungan seks dengan anak remaja—yang tidak disebutkan namanya karena usianya—berkebutuhan khusus ini.

"Saya melakukan hubungan seks setiap ada kesempatan, termasuk di toilet khusus untuk orang berkebutuhan khusus yang berada di perpustakaan," kata Teresa.

Mereka bertemu ketika Teresa mulai bekerja sebagai sekolah bagi siswa berkebutuhan khusus di Cheshire pada Februari 2006.

Remaja, yang sekarang berusia 18, ini memiliki kelainan gangguan hiperaktif, terganggu secara emosional, dan memiliki gangguan perilaku.

Teresa McKenzie, ibu dua anak ini, pernah bekerja di beberapa sekolah, termasuk di Bristol dan Newport, sebelum menjadi penasihat di otoritas pendidikan lokal di Manchester.

Setelah itu, ia mendapatkan pekerjaan di Cheshire, sekolah khusus, pada bulan Februari 2006. Teresa mengaku trauma saat dirinya dituduh melakukan pelecehan seksual.

"Saya sangat berterima kasih kepada para juri yang masih melihat kebenaran dari situasi yang sulit ini. Saat itu aku berhadapan dengan remaja yang memiliki keinginan kuat untuk bunuh diri," katanya.

"Remaja ini membutuhkan perhatian dan perawatan khusus. Aku memberinya perhatian yang layak, di saat remaja ini dalam keadaan putus asa," kata Teresa tentang hubungan seksual yang dilakukan dengan remaja ini.

Sumber : KOMPAS.com

0 komentar :


Poskan Komentar