Provided by | wangontinoe: Misteri Ledakan di Duren Sawit Terdengar Bunyi Petir, Gemuruh, Menggelegar, Lalu Rumah Poranda wangontinoe: Misteri Ledakan di Duren Sawit Terdengar Bunyi Petir, Gemuruh, Menggelegar, Lalu Rumah Poranda | Gratis software Yamaha Keyboard Midi Dangdut koplo campursari style yamaha omb player streaming audio cctv live tv radio Facebook wangontinoe antivirus |

Misteri Ledakan di Duren Sawit Terdengar Bunyi Petir, Gemuruh, Menggelegar, Lalu Rumah Poranda


Jakarta - Aci (30) hingga kini tak habis pikir pada apa yang menimpa rumahnya di Jl Delima, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kediamannya hancur karena benda asing misterius sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (29/4/2010), yang belakangan diduga kuat ada meteorit.

Aci ingat benar detik-detik saat rumahnya 'keambrukan' benda asing. "Tiba-tiba saja saya dengar suara seperti petir dua kali, ada gemuruh, lalu ada bunyi yang ketiga, akhirnya menggelegar. Terus bergetar kayak gempa, habis itu (rumah) porak-poranda, banyak debunya," kisah Aci saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (30/4/2010).

Benda asing itu tepat mengenai rumah Sudarmodjo bernomor 31. Sedang Aci menetap di sebelah kanan Sudarmodjo. Rumah sebelah kiri Sudarmodjo juga rusak.

Pada saat kejadian, Aci yang memiliki salon di rumahnya sedang memberikan treatment pada pelanggannya.

Kondisi rumah Aci saat ini masih porak-poranda. Dari luar, rumah berlantai satu ini tampak biasa-biasa saja. Tapi bila masuk ke dalam, terlihatlah kerusakan di sejumlah ruangan. Dinding yang bersebelahan dengan rumah Sudarmodjo sebagian ambruk.

Dia tidak bisa menempati rumahnya karena masih dihalangi garis polisi. Aci saat ini mengungsi ke rumah mertuanya yang tidak jauh dari rumahnya yang hancur.

Ia juga mengatakan bahwa sampai saat ini banyak warga yang menduga-duga bahwa penyebab ledakan ini adalah meteorit.

"Sekarang sih kalau orang-orang rame bilang ini karena meteor. Cuma saya masih belum tahu juga, jadi nunggu dari polisi aja," kata dia.

Polisi menduga kuat sumber kerusakan itu dari benda asing luar angkasa
www.detik.com

0 komentar :


Poskan Komentar