Provided by | wangontinoe: Tiket Murah Piala Dunia Makan Korban Jiwa wangontinoe: Tiket Murah Piala Dunia Makan Korban Jiwa | Gratis software Yamaha Keyboard Midi Dangdut koplo campursari style yamaha omb player streaming audio cctv live tv radio Facebook wangontinoe antivirus |

Tiket Murah Piala Dunia Makan Korban Jiwa


Penduduk antre di Pusat Perbelanjaan Gateway, salah satu pusat penjualan tiket, Afrika Selatan, untuk membeli tiket Piala Dunia 2010 di Kota Durban pada Kamis (15/4/2010). Setengah juta tiket Piala Dunia 2010 dijual secara langsung sejak 15 April hingga 11 Juli 2010.
CAPE TOWN, Antusiasme penduduk Afrika Selatan untuk menyaksikan Piala Dunia 2010 justru menelan korban jiwa. Seorang pria berusia 64 tewas saat mengantre tiket di Cape Town.

Guardian menyebutkan, peristiwa itu terjadi ketika panitia membuka penjualan 500.000 tiket untuk pertama kalinya secara tunai pada Kamis (15/4/2010) siang waktu setempat. Pria yang tak disebutkan identitasnya tersebut berada di antrean nomor 565. Polisi menyatakan, pria tersebut ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri saat menunggu giliran mendapatkan tiket.

Penyelenggara terpaksa mengubah sistem penjualan tiket setelah mendapat masalah dalam sistem penjualan online. Panitia mengedarkan ribuan tiket murah seharga kurang dari Rp 200.000 ke supermarket dan pusat-pusat penjualan tiket di sembilan kota tempat pertandingan berlangsung. Cara ini ditempuh untuk merangsang penduduk asli negara tersebut untuk menikmati tontonan sepak bola kelas dunia. Penduduk tampak antusias mengantre untuk membeli tiket meski harganya jauh lebih mahal dibanding yang biasa mereka beli untuk menyaksikan pertandingan lokal kelas atas sekalipun.

Pekan lalu FIFA mengumumkan bahwa tiket yang sudah terjual sejak Februari hingga awal April mencapai 2,2 juta lembar. FIFA sebelumnya juga menyatakan bahwa tiket pertandingan final telah habis terjual, tapi kemarin masih ada 300 lembar tiket belum bertuan. Harga tiket termahal untuk pertandingan ini mencapai Rp 8 juta.


worldcup.kompas.com

0 komentar :


Poskan Komentar