Provided by | wangontinoe: Wisata Lumpur Lapindo, Mungkinkah? wangontinoe: Wisata Lumpur Lapindo, Mungkinkah? | Gratis software Yamaha Keyboard Midi Dangdut koplo campursari style yamaha omb player streaming audio cctv live tv radio Facebook wangontinoe antivirus |

Wisata Lumpur Lapindo, Mungkinkah?


Semburan lumpur Lapindo di Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut Presiden, Senin (29/3/2010), terjadi penurunan tanah 20 cm/bulan di sekitar lokasi semburan.

      Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan usul Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadikan areal lumpur Lapindo sebagai kawasan wisata geologi sangat mungkin diwujudkan. "Sangat mungkin. Sekarang saja sudah banyak yang datang," kata Saifullah di sela-sela acara syukuran Gerakan Pemuda Ansor atas suksesnya muktamar NU di Jakarta, Kamis (1/4/2010).
Situasinya masih crowded, juga belum diketahui kapan (semburan lumpur) berhenti.

Hanya saja, lanjut Saifullah yang juga ketua umum GP Ansor itu, usul tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. "Situasinya masih crowded, juga belum diketahui kapan (semburan lumpur) berhenti," katanya.
Menurut Saifullah, usul Presiden Yudhoyono tentunya perlu dibicarakan dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemkab Sidoarjo.

Sebagai potensi wisata, lanjut Saifullah, "lautan" lumpur tersebut memang memiliki daya tarik yang nantinya bisa saja dikelola sebagai bagian dari paket wisata Jawa Timur bersama-sama Gunung Bromo, situs Majapahit dan lainnya.

Menurut Saifullah, jika areal lumpur terealisasi sebagai kawasan wisata, masyarakat sekitar tentu tidak akan keberatan, apalagi tidak jauh dari lokasi juga terdapat sentra industri kerajinan kulit yang selama ini sudah menjadi salah satu tujuan wisata.

Usul Presiden Yudhoyono itu sempat menimbulkan kontroversi mengingat hak-hak warga korban lumpur belum terpenuhi sepenuhnya. Pemerintah sendiri memberikan waktu kepada PT Lapindo Brantas Inc untuk menyelesaikan pemberian ganti rugi kepada warga pemilik tanah yang menjadi korban lumpur hingga 2012.

sumber : komaps.com

0 komentar :


Poskan Komentar