Provided by | wangontinoe: Nama- Nama Diet teraneh di dunia wangontinoe: Nama- Nama Diet teraneh di dunia | Gratis software Yamaha Keyboard Midi Dangdut koplo campursari style yamaha omb player streaming audio cctv live tv radio Facebook wangontinoe antivirus |

Nama- Nama Diet teraneh di dunia



Seberapa gila Anda untuk melihat jarum 
timbangan bergerak ke kiri?
Menjadi kurus sudah menjadi obsesi manusia sejak dulu kala. Orang rela melakukan apa saja untuk menurunkan berat badan, bahkan cara yang paling tak masuk akal sekalipun. Berikut ini daftar diet teraneh dari seluruh dunia dari berbagai masa. Ingat, daftar ini BUKAN untuk ditiru!


1727: Jauhi rawa
Di tahun 1727, Thomas Short menulis sebuah thesis tentang bagaimana orang bertubuh gemuk cenderung tinggal di dekat rawa. Sarannya, orang yang kelebihan berat badan harus pindah ke daerah yang lebih kering untuk menghindari dampak kehidupan rawa. Ini mungkin bukan strategi diet terbaik, tapi setidaknya saran memilih perumahan yang tepat

1800: Kelaparan
Di pertengahan abad ke-19, kalangan kelas menengah dan aristokrat Eropa Barat hidup dalam kelaparan agar bisa memenuhi standar kekurusan era Victoria, yang diasosiasikan dengan kesucian dan feminitas.

1820: Diet cuka
Penyair yang menderita anoreksia dan bulimia, Lord Byron, mempopulerkan diet cuka di tahun 1820. Untuk membersihkan diri, ia akan minum banyak cuka dan air setiap harinya, ditambah segelas teh dengan telur mentah. Efeknya adalah muntah dan diare. Tidak heran ia jadi kurus.

1903: Hanya mengunyah
Seorang agen seni dari San Francisco Horace Fletcher dikenal sebagai ‘Raja Mengunyah’ setelah berhasil kehilangan 20 kg untuk mengunyah…dan tidak menelan. Setelah menjadi terlalu kurus, ia mengubah metodenya menjadi mengunyah 32 kali lalu membuang ampasnya. Menurut Horace, tubuhnya akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanpa menambah berat badan.

1925: Diet rokok
Sulit membayangkan bahwa rokok digunakan sebagai diet, tapi di masa lalu, beberapa perusahaan rokok mempromosikan rokok dapat meredam rasa lapar. Sebuah iklan Lucky Strike bahkan berbunyi “Nyalakan Lucky dan Anda tak akan merindukan manisan yang membuat Anda gemuk.”

1928: Diet daging dan lemak
Penjelajah kutub utara, Vilhjalmur Stefansson sangat kagum akan sehatnya suku Inuit meski hanya makan daging karibu, ikan mentah, dan jarang makan sayur atau buah. Stefansson mengklaim ia telah mencoba diet ini dan membuktikan efektivitasnya. Dokter memeriksa kesehatannya selama beberapa bulan dan ia dinyatakan sehat.

Awal tahun 1930: Sabun pelangsing
Hapus lemak dengan air? Terdengar begitu indah! Di awal tahun 1930, muncul produk seperti “Fatoff,” “Fat-O-NO” and “La-Mar Reducing Soap” yang menglaim bisa membuat pemakainya kurus hanya dengan mandi. Namun sabun ini tidak punya mantra ajaib. Mereka cuma sabun biasa dari potasium klorida dan bahan lainnya.

1954: Diet cacing pita
Anda mungkin jijik dengan cacing parasit yang hidup dalam usus dan menyerap gizi dari tubuh. Tapi bagi beberapa orang, ini malah dijadikan cara penurunan berat badan. Sekelompok orang mulai memakan kista cacing agar bisa makan tanpa menjadi gemuk. Efek samping memelihara cacing pita termasuk bahwa cacing bisa tumbuh bermeter-meter dalam usus, menyebabkan meningitis maupun demensia.

1960: Diet tidur
Logika di balik diet ini adalah: Anda tidak makan saat tidur. Maka jika Anda tidur lebih banyak, berat badan Anda akan turun. Pengikut diet ini (seperti Elvis Presley) akan berusaha tidur berhari-hari untuk menurunkan berat badan.

1980-2000: Diet nafas
Kebanyakan diet menyarankan kita untuk mengurangi makanan tertentu, seperti daging, kabohidrat atau gula. Tapi diet nafas menuntut pengikutnya untuk meninggalkan SEGALANYA. Anda hanya boleh makan udara. Diet nafas percaya jika manusia hidup dalam harmoni, maka Anda tak butuh lagi makanan atau tidur.

2000: Diet mata
Pernah menyadari bagaimana banyak restoran cepat saji menggunakan warna merah dan kuning di logo mereka? Konon, warna tersebut merangsang nafsu makan. Sebaliknya warna biru dapat meredam nafsu makan. Sebuah perusahaan Jepang, menciptakan kaca mata diet bewarna kebiruan yang membuat makanan terlihat tidak menarik dan membuat Anda tak ingin makan.

2000: Menjepit telinga
Metode menekan selera makan dengan menjepit tulang muda telinga bagian dalam adalah berdasarkan akupuntur Cina, dimana jarum ditinggalkan di telinga selama satu minggu. Lalu jepitan ditinggalkan selama 6 minggu hingga tiga bulan, setelah itu tubuh Anda akan terbiasa dan kehilangan efektivitasnya. Metode ini tidak terbukti efektif, malah justru bisa menyebabkan infeksi dan kerusakan telinga.

2000: Diet kapas
Siapa butuh makan jika kapas yang tak berkalori bisa membuat Anda kenyang? Pengikut diet ini memakannya kering, atau dicelup gelatin. Kapas mengandung banyak serat, sayangnya, bukan serat yang dibutuhkan manusia.

http://id.yseablog.com

0 komentar :


Poskan Komentar