Provided by | wangontinoe: Terlalu... Ada Situs Khusus Selingkuh "Hidup itu singkat. Ayo selingkuh!" Itulah slogan yang ditawarkan situs ini. wangontinoe: Terlalu... Ada Situs Khusus Selingkuh "Hidup itu singkat. Ayo selingkuh!" Itulah slogan yang ditawarkan situs ini. | Gratis software Yamaha Keyboard Midi Dangdut koplo campursari style yamaha omb player streaming audio cctv live tv radio Facebook wangontinoe antivirus |

Terlalu... Ada Situs Khusus Selingkuh "Hidup itu singkat. Ayo selingkuh!" Itulah slogan yang ditawarkan situs ini.

 
Laman khusus selingkuh AshleyMadison (www.ashleymadison.com)





"Hidup itu singkat. Ayo selingkuh!" Itulah slogan yang ditawarkan situs www.ashleymadison.com, wadah bagi siapa yang berniat menduakan pasangannya alias berselingkuh.  

Situs ini diluncurkan pada 2001, dan mengklaim telah memiliki 5,2 juta anggota, seperti dikutip dari wikipedia.org. Nama situs ini terinspirasi dari dua nama paling populer untuk bayi perempuan, yaitu 'Ashley'dan 'Madison'

Situs ini sengaja dibuat oleh pendirinya, Noel Biderman, yang ditujukan untuk orang-orang yang tidak bahagia dengan hubungan atau perkawinannya. Untuk menarik anggota baru, Biderman mempromosikan situs ini lewat iklan televisi dan radio.

Parahnya, iklan tentang situs ini yang beredar di radio, menyarankan agar melakukan perselingkuhan di jam kerja. Isi iklannya yaitu, "Ketika Anda memiliki waktu luang di sela-sela jam kerja, kunjungi situs AshleyMadison.com. Dijamin, Anda akan merasa bahagia."

Sejak awal diluncurkan, situs kencan ini langsung menuai kontroversi. Kritikan tajam dari segala penjuru ditujukan untuk situs dan pendirinya.

Pada 2009, NBC melarang iklan ini muncul di acara Super Bowl. Biderman menyebutkan, larangan ini sangat konyol, apalagi menurutnya, NFL memperbolehkan iklan minuman beralkohol, yang dianggap sebagai pemicu kematian ribuan orang per tahun.

Trish McDermott, pakar perkawinan yang juga membantu membuat situs kencan Match.com, menuduh AshleyMadison.com sebagai bisnis yang dibangun untuk membuat banyak orang sakit hati, merusak perkawinan dan menghancurkan keluarga.
Biderman pun merespons kritikan tersebut, dan menyatakan situs itu merupakan sandaran (medium) semata. "Situs web atau iklan toh, takkan bisa meyakinkan orang untuk berbuat serong," ujar Biderman membela diri.

Tapi, lain lagi pendapat yang dilontarkan member AshleyMadison.com tentang situs ini. Don, pakar IT berusia 52 tahun yang tinggal di California bagian Selatan dan tidak mau nama belakangnya disebutkan ini merupakan salah seorang member situs ini. "Iklannya sangat menarik. Jadi, saya pikir tak ada salahnya mencoba beraksi di situs tersebut," katanya.

Don, atau akrab disapa "Don Deshizzle" di dunia maya ini juga mengungkapkan, ia mencari wanita yang mau menjalani hubungan tanpa status. Sebagai member yang tergolong baru, ia mengaku telah menghabiskan US$ 100 (sekitar Rp 900 ribu) untuk membeli tiket yang digunakan untuk mengirimkan e-mail dan pesan singkat kepada anggota AshleyMadison.com lainnya.

Biderman mengklaim, sedikit perselingkuhan justru akan membuat hidup seseorang lebih baik. "Cara ini membantu pria atau wanita yang tidak nyaman dengan hubungan atau perkawinannya merasa lebih percaya diri."

Biderman juga menyatakan, wanita yang mengunjungi situsnya, biasanya tipe wanita yang memiliki hubungan asmara atau perkawinan buruk. "Mereka tak lagi diberikan bunga oleh pasangan, atau tak lagi mendapat perhatian dari pasangannya. Para anggota wanita umumnya mengunjungi situs kami sekitar 30-40 menit."

Virginia Rutter, profesor Sosiologi dari Framingham State College, yang juga pakar seks dan perkawinan, menyatakan, tak ada yang salah dengan menambah teman di dunia maya.
"Akan sangat menyenangkan jika Anda punya teman untuk saling berbagi. Tapi, bila Anda berbohong ke pasangan dengan secara diam-diam menjalin hubungan intim dengan pria atau wanita lain, itu yang salah."

Menurutnya, bagi pasangan yang sedang mengalami masalah dalam hubungan atau perkawinannya,  mengunjungi situs itu hanya menciptakan problem lebih besar. "Saran saya, jika suatu hubungan dalam masalah, pasangan perlu mencari bantuan orang lain yang lebih profesional," kata Rutter.

0 komentar :


Poskan Komentar